Edisi 1

By suaragerindra

Persiapan edisi perdana koran Suara Gerindra cukup singkat. Ide pembuatan koran dilontarkan Pak Zulkifli Jailani, Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat menjelang akhir Mei 2008. Tujuannya untuk mempermudah komunikasi antara DPD ke DPC dan antar DPC-DPC serta PAC-PAC di Sumatera Barat.

Selain itu, koran partai juga bisa menjadi ajang untuk saling ‘bakatauan’ antar pengurus partai. Setelah berdiskusi dengan Abel Tasman, sekretaris DPD, akhirnya ide itu menjadi bulat. Diputuskan koran itu akan ditangani oleh tiga orang. Abel Tasman, Maya Lestari Gf. dan Ka’bati. Abel Tasman didapuk menjadi pemred karena pengalamannya di dunia media cukup kaya. Beliau selama empat tahun menjadi kolomnis di koran Mimbar Minang, kemudian pernah menjabat redaktur di Majalah Saga dan Redaktur Pelaksana Majalah Islam Aulia. Terakhir beliau menjabat sebagai Direktur LTIGA, sebuah lembaga studi keislaman. Sebagai Direktur LTIGA beliau bertanggung jawab terhadap rubrik Beranda Jum’at pada harian Padang Ekspres yang ditangani lembaga tersebut. Adapun dua nama terakhir, Maya Lestari Gf. dan Ka’bati juga berpengalaman di dunia media. Maya adalah seorang cerpenis dan novelis yang sebelumnya adalah redaktur suplemen pelajar Pmails, harian pagi Padang Ekspres. Selain itu ia juga seorang kolomnis. Jauh sebelum menjadi redaktur di Padang Ekspres, Maya adalah seorang redaktur di Majalah Aulia bersama Ka’bati. Nama terakhir saat ini juga dikenal sebagai sebagai kolomnis produktif yang sering juga menulis di media bergengsi Jurnal Perempuan. Kontributor majalah Sriti, sebuah media yang rutin mengangkat isu-isu jender.

Namun, meski digawangi tiga orang yang berpengalaman, hal itu tidak membuat koran ini hadir dengan cepat sesuai harapan Pak Zul, yakni awal Juni 2008. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, seperti kesibukan partai untuk persiapan verifikasi, masih minimnya berita dari DPC-DPC serta awak redaksi masih kesulitan hunting profil para pengurus DPC. Untung ada momen silaturahmi antar pengurus partai tanggal 28 Mei 2008 di restoran Mirama. Ajang itu kemudian dimanfaatkan untuk mewawancarai beberapa orang pengurus DPC. Namun, sayang, karena waktu singkat, tak semua pengurus DPC berhasil diwawancarai. Dua awak redaksi yakni Abel Tasman dan Ka’bati yang mengikuti pertemuan itupun tak bisa bekerja banyak. Maklum kedua orang tersebut menjabat posisi sekretaris dan wakil ketua, dua jabatan yang mengharuskan mereka konsentrasi mengikuti jalannya silaturahmi. Walhasil Mayalah yang banyak turun tangan. Untung saja Pak Oyong, satgas Gerindra bersedia membantu. Beliau dengan lihai jepret sana sini, mendokumentasikan acara. Hasil jepretan beliau bisa dilihat di kabar daerah.

Akhirnya, kami berharap edisi perdana ini bisa memuaskan hati anda. Segala kekurangan menjadi bahan introspeksi bagi kami. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik, saran dan sumbangan tulisan. Bisa dikirimkan via fax, pos ataupun email Gerindra yang bisa dilihat di boks redaksi. Akan halnya untuk kabar singkat dari DPC dan PAC bisa di-smskan saja ke nomor 0813 746 72242. Demikianlah, selamat menikmati edisi perdana ini

Tag:

Tinggalkan Balasan